Selamat datang di www.tangkasmu.com


Pengguna WhatsApp harus ambil keputusan besar dalam beberapa bulan mendatang.

 Pengguna WhatsApp di seluruh dunia harus membuat keputusan besar dalam beberapa bulan mendatang. Ini karena aplikasi pesan instan Facebook ingin miliaran penggunanya menerima aturan baru tersebut. Mereka yang tidak mematuhi aturan ini pasti akan diblokir sehingga mereka tidak dapat mengirim atau menerima pesan di platform.


Pembaruan kebijakan kontroversial ini semula direncanakan berlaku pada Februari 2021. Namun setelah mendapat protes dari hampir seluruh penggunanya, WhatsApp akhirnya mengubah penerapan aturan tersebut hingga Mei mendatang.


Dengan semakin dekatnya waktu, WhatsApp mulai mengimbau beberapa pengguna 'untuk tidak berpikir panjang' untuk menekan tombol setuju. Sejumlah pengguna memposting pesan di media sosial tentang pesan pop-up saat membuka aplikasi chat terlaris dunia.


Satu posting di Twitter membagikan gambar peringatan yang menjelaskan mengapa WhatsApp memperkenalkan perubahan dan memperingatkan konsekuensi jika pengguna tidak setuju. "Mohon terima pembaruan ini untuk terus menggunakan WhatsApp," pesan itu dikutip dari situs Express, Rabu 10 Maret 2021.


Dalam postingan blognya disebutkan bahwa WhatsApp tidak akan menghapus akun pengguna. Namun, bagi pengguna yang tidak setuju dengan aturan baru ini, suka atau tidak suka, mereka tidak akan mendapatkan layanan penuh sampai pengguna menekan tombol setuju.


"Untuk waktu yang singkat, Anda masih bisa menerima panggilan dan notifikasi. Itu saja. Anda tidak akan bisa membaca atau mengirim pesan dari aplikasi," kata WhatsApp.


Ketika WhatsApp pertama kali mengungkapkan syarat dan ketentuan yang diperbarui akhir tahun lalu, banyak yang khawatir bahwa itu adalah cara Facebook mengumpulkan lebih banyak data pribadi tentang pengguna WhatsApp. Namun, WhatsApp bersikeras bahwa ini tidak akan terjadi.


Perubahan kebijakan privasi yang akan datang tidak akan mengizinkan Facebook untuk mengakses lebih banyak data dari obrolan pribadi pengguna. Mereka mengklaim syarat dan ketentuan hanya akan memengaruhi percakapan dengan akun bisnis.


Sebelumnya, Pemerintah Afrika Selatan memutuskan bahwa Facebook dan anak perusahaannya tidak boleh membagikan data pribadi yang dikumpulkan dari pengguna WhatsApp. Facebook harus terlebih dahulu mendapatkan izin resmi dari The Information Regulator (IR) jika ingin memanfaatkan data pribadi warga negara tersebut.


“WhatsApp tidak dapat memproses informasi kontak apa pun dari penggunanya tanpa izin kami. Baik untuk tujuan pengumpulan nomor secara spesifik maupun untuk tujuan menghubungkan informasi tersebut dengan informasi yang diproses oleh perusahaan Facebook lainnya, ”ujar Kepala IR, Pansy Tlakula.


Ia juga mengatakan kebijakan tersebut sesuai dengan Pasal 57 Undang-Undang Perlindungan Data Afrika Selatan (Protection of Personal Information Act). Pansy mengaku telah mengirimkan surat resmi ke Facebook Afrika Selatan dan menjelaskan kekhawatirannya tentang kebijakan privasi baru tersebut.


“Undang-undang kami sangat mirip dengan yang ada di UE, juga sengaja didasarkan pada model itu karena memberikan model yang jauh lebih baik untuk perlindungan data pribadi daripada yurisdiksi lain. Kami tidak mengerti mengapa Facebook mengadopsi perbedaan antara Uni Eropa dan Afrika Selatan, "tegasnya.

Situs Bolatangkas Online | Bandar Tangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Tangkasmu

Posting Komentar

0 Komentar

Aljazair Bakal Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat dari Maroko