Baru-baru ini, para peneliti yang menggunakan Teleskop Hubble, yang dijalankan oleh European Space Agency (ESA) dan US Aeronautics and Space Administration (NASA), telah mendeteksi objek yang tampak seperti komet di Tata Surya, di mana komet biasanya tidak terlihat.
Dalam makalah yang diterbitkan di The Astronomical Journal, mereka mengungkapkan keberadaan komet di dekat pita asteroid Jupiter dalam waktu yang lama. Asteroid, yang dikenal sebagai Trojan, seringkali berada di dekat Jupiter.
Batuan luar angkasa mengorbit Matahari tetapi juga dikendalikan oleh gaya gravitasi Jupiter. Sekarang, sebuah komet telah bergabung dengan grup tersebut, menurut situs BGR, Rabu 3 Maret 2021.
Jupiter sering disebut sebagai Raja Tata Surya, karena raksasa gas telah melindungi planet dalam dari asteroid yang berpotensi berbahaya, menariknya ke orbit sentris Matahari dan mencegahnya melakukan perjalanan lebih dalam ke Tata Surya.
Pengaruhnya tidak terbatas pada asteroid. Seperti yang sekarang kita bisa lihat objek seperti komet muncul di sana. Sepertinya Jupiter sangat pandai menarik semua jenis objek.
NASA kemudian menjelaskan dalam sebuah posting blog bahwa objek tersebut diyakini merupakan jenis objek es yang disebut centaur, yang biasanya terlihat berlayar di sekitar Jupiter dan Neptunus. Saat dipanaskan oleh Matahari, es akan menyublim dan membuat mereka tampak seperti komet.
"Ini cukup menarik karena Anda benar-benar dapat menangkap pemandangan Jupiter yang melempar objek ini dan mengubah perilaku orbitnya dan kemudian membawanya ke sistem bagian dalam," kata peneliti John Hopkins.
Menurutnya, Jupiter mampu mengontrol apa yang terjadi pada komet begitu mereka memasuki sistem dan kemudian mengubah orbitnya. Dengan mengamati pergerakan mereka saat ini, peneliti juga dapat memprediksi perjalanan objek di masa lalu dan masa depan di sana.
Namun berbeda dengan komet yang dinamai LD2 ini. Hopkins dan peneliti lain mensimulasikan gerakan komet di masa depan yang menunjukkan bahwa ia akan terlontar dari Tata Surya, meskipun itu tidak akan terjadi dalam waktu sekitar 500 ribu tahun.
Situs Bolatangkas Online | Bandar Tangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Tangkasmu


0 Komentar