Ilustrasi, sumber foto: ANTARA
TANGKAS MU - Gempa berkekuatan M 6,1 yang mengguncang kawasan Ternate, Maluku Utara, Kamis (3/6/2021) membuat warga panik. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan banyak warga yang mengungsi akibat gempa.
“Pusat gempa berada pada 135 km barat baya Ternate, Maluku Utara, dengan kedalaman 10 km. Guncangan membuat masyarakat setempat panik dan keluar rumah” kata Raditya dalam siaran pers BNPB.
Ia mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mencatat getaran dalam kategori sedang berlangsung selama 2-3 detik.
“Segera setelah gempa, personil BPBD melakukan pemantauan situasi masyarakat dan kondisi lain di lapangan,” tambahnya.
BNPB meminta masyarakat mewaspadai potensi gempa susulan
Raditya mengatakan Ternate termasuk wilayah dengan potensi bahaya gempa sedang hingga tinggi. Analisis InaRISK menunjukkan bahwa sebanyak tujuh kecamatan di kota tersebut berpotensi rawan gempa.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi bahaya gempa susulan. Dampak korban jiwa biasanya terjadi karena reruntuhan bangunan dan bukan gempanya,” jelas Raditya.
Gempa di Ternate tidak memicu tsunami
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas gempa pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang menunjukkan wilayah Ternate III MMI, Labuha dan Manado II-III MMI.
Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG menyatakan gempa berkekuatan M 6,1 yang terjadi di Ternate tidak memicu tsunami.
Gempa terjadi pada pukul 17.09 WIB
Gempa berkekuatan 6,1 SR mengguncang wilayah Ternate pada Kamis (3/6/2021) pukul 17.09 WIB.
Pusat gempa dikatakan berada pada koordinat 0,35 Lintang Utara dan 126,22 Bujur Timur. BMKG mengungkapkan pusat gempa berada di kedalaman 10 km.
“Pusat gempa berada di laut 135 km barat daya Ternate,” tulis BMKG di akun Twitter @infoBMKG.



0 Komentar